Skip to main content

Panduan Lengkap Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu

Panduan Lengkap Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu

Pengertian Haji Tamattu

Pengertian haji tamattu secara bahasa yaitu bersenang-senang. Sedangkan pengertian haji tamattu secara istilah atau teori yaitu pelaksanaan ibadah haji dan umrah dilakukan secara terpisah. Terpisah yang dimaksud yaitu terlebih dahulu melakukan ibadah umroh kemudian melaksanakan ibadah haji pada bulan yang sama yaitu pada bulan haji.

Alasan Memilih Haji Tamattu


Untuk haji dari Indonesia mereka biasanya memilih haji tamattu daripada haji Qiran ataupun haji ifrad. Alasan memilih haji tamattu yaitu agar mereka terbebas dari larangan selama ihram karena setelah selesai tawaf dan sa’i mereka langsung melakukan tahallul. Disamping itu pelaksanaan haji tamattu mereka anggap lebih mudah. Namun apapun jenis haji yang kita pilih insya Allah nilai pahalanya tetap sama tergantung dari niat dan kekhusu’an  dalam pelaksanaan ibadah haji tersebut.

Panduan Lengkap Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu

Melaksanakan ibadah haji tamattu  bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan terutama bagi kita yang berasal dari Negara jauh seperti di Indonesia apalagi kita baru pertama kali melakukannya. Namun perlu diingat bahwa pelaksanaan ibadah haji tamattu  juga bukanlah suatu hal yang sulit selama kita berusaha untuk belajar sesuai panduan dan tuntunan yang benar.

Berikut akan kami jelaskan tentang panduan tata cara pelaksanaan haji tamattu secara lengkap.

1. Terlebih dahulu kita mandi janabah setelah sampai di miqat dan kalau memungkinkan kita memakai wangi-wangian pada tubuh.
2. Setelah mandi kita memakai pakaian ihram yang paling utama berwarna putih.
3. Setelah itu kita berniat ihram untuk ibadah umroh. Adapun ucapan yang diucapkan yaitu:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
Artinya: ‘’Kusambut panggilan-Mu untuk melakukan umrah.”

Setelah itu kita lanjutkan dengan mengucapkan kalimat talbiyah. Adapun kalimat talbiyah yang dimaksud yaitu:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Artinya: ‘’Kusambut panggilan-Mu Ya Allah, kusambut panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kerajaan hanyalah milik-Mu tiada sekutu bagi-Mu.”

Bacaan talbiyah kita lakukan sebanyak mungkin selam perjalan menuju mekkah nanti kita berhenti mengumandangkan kalimat talbiyah saat menjelang tawaf.

4. Pastikanlah bahwa kita suci dari hadas setelah kita tiba di Mekkah.
5. Kemudian kita menyelempangkan pakaian atas ke bawah yaitu pundak kiri tetap terbuka sementara pundak kanan tertutup.
6. Setelah itu kita melakukan tawaf sejumlah 7 kali putaran mengelilingi ka’bah yang dimulai dari Hajar Aswad dengan mengucapkan ‘’Bismillah Allahu Akbar’’.
7. Setelah kita tawaf, kita kembali menutup pundak kanan kemudian melakukan shalat 2 rakaat di belakang makam Ibrahim.
8. Setelah shalat kita minum air zam-zam dan kita menyiram sebagian kepala.
9. Bila memungkinkan, kita mencium Hajar Aswad atau memegangnya.
10. Kemudian kita melaksanakan sa’i ke bukit Shafa. Ketika sampai di bukit Shafa kita membaca:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِاللهِ
أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ
11. Kemudian kita menghadap ke Ka’bah dan membaca 3x:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

12. kemudian kita menuju ke bukit Marwah. Saat kita melewati 2 tanda hijau langkah kita dipercepat. Hal ini kita lakukan sebanyak 7 kali yang dimulai dari bukit Safa dan diakhiri di Bukit Marwah.
13. Setelah kita melakukan Sa’I kita tahallul yaitu mencukur rambut dengan merata.
14. Pada tanggal 8 Zulhijjah, kita kembali mandi dan memakai pakaian ihram serta wewangian.
15. Kemudian kita berniat ihram untuk haji dimana kita tinggal di Mekkah sambil mengucapkan:
لَبَّيْكَ حَجًّا
Artinya:’’Kusambut panggilan-Mu untuk melakukan ibadah haji’’
Kemudian kita mengumandangkan kalimat talbiyah.

16. Kemudian kita berangkat untuk mabit di Mina. di Mina kita menggabungkan shalat duhur dan shalat asar dan dikerjakan dalam satu waktu atau disebut dengan Qasar.
17. Kemudian kita berangkat ke Padang Arafah untuk melakukan wukuf pada tanggal 9 Zulhijjah. Kita mengumandangkan kalimat talbiyah sebanyak mungkin selama perjalanan ke Arafah. 

18. Sampai disana, kita memperbanyak zikir dan do’a sambil mengangkat tangan dan menghadap kiblat. Do’a yang terbaik diucapkan saat itu adalah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

19. kemudian kita berangkat ke Mina saat matahari terbenam sambil mengumandangkan kalimat talbiyah. Disana kita menjama’ takhir shalat Magrib dan Isya kemudian disana kita bermalam sampai subuh. Sebelum mtahari terbit kita perbanyak zikir dan do’a.
20. Setelah itu kita kembali ke Mina sambil terus mengumandangkan talbiyah.
21. Tanggal 10 Zulhijjah, di Mina kita melakukan:
a. lempar jumrah Aqabah dengan batu kerikil sejumlah 7 buah. Pada setiap lemparan kita bertakbir.
b. Menyembelih Hadyu atau hewan kurban
c. Mencukur seluruh rambut secara merata

22. Setelah kita melakukan tahallul awal, kita memakai wangi-wangian kemudian berangkat ke Mekkah untuk bertawaf Ifadah.
23. Setelah itu kita kembali ke Mina setelah melakukan tawaf Ifadah pada tanggal 10 Zulhijjah untuk melakukan mabit atau bermalam disana pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah. 
24. setelah matahari tergelincir yaitu pada waktu duhur hingga malam, kita melempar tiga jumrah yaitu sugra, wusta dan aqabah.
25. Setelah kita melakukan kegiatan lempar tiga jumrah, maka kewajiban mabit di Mina telah selesai dan diperbolehkan kembali ke tempat atau hotel dimana kita menginap.
26. Sebelum kita meninggalkan kota Mekkah, maka terlebih dahulu kita melakukan tawaf wada’ dengan pakaian biasa dan tanpa sa’I kecuali jika kita menjadikan tawaf ifadah sebagai tawaf wada’. 

Demikianlah panduan lengkap tata cara pelaksanaan haji tamattu. Semoga bermanfaat dan memberikan sedikit referensi terkait tata cara pelaksanaan haji tamattu.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar