Miliki Keterampilan Komunikasi Agar Anda Sukses di Tempat Kerja

Miliki Keterampilan Komunikasi Agar Anda Sukses di Tempat Kerja

Keterampilan Komunikasi Tempat Kerja

Infodasar.com-Keterampilan komunikasi yang baik akan dilihat oleh perekrut dan manajer perekrutan di resume dan surat lamaran Anda ketika berencana bekerja pada sebuah perusahaan. Kembangkan keterampilan komunikasi anda dan perlihatkan selama wawancara kerja, dan Anda akan membuat kesan pertama yang solid. Terus kembangkan keterampilan ini begitu Anda dipekerjakan, dan Anda akan mengesankan atasan, rekan tim, dan klien Anda.

1. Mendengarkan

Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu cara terbaik untuk menjadi komunikator yang baik. Tidak ada yang suka berkomunikasi dengan seseorang yang hanya peduli tentang memasukkan dua sen dan tidak meluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain. Jika Anda bukan pendengar yang baik, akan sulit untuk memahami apa yang diminta Anda lakukan.
Keterampilan Komunikasi

Luangkan waktu untuk berlatih mendengarkan secara aktif. Mendengarkan aktif melibatkan memperhatikan dengan seksama apa yang dikatakan orang lain, mengajukan pertanyaan klarifikasi, dan mengulangi apa yang dikatakan orang tersebut untuk memastikan pengertian ("Jadi, apa yang Anda katakan adalah ..."). Melalui mendengarkan secara aktif, Anda dapat lebih memahami apa yang orang lain katakan, dan dapat merespons dengan tepat.

Baca Juga : Pengertian Komunikasi dan Macam-macam Komunikasi

2. Komunikasi Nonverbal

Bahasa tubuh Anda, kontak mata, gerakan tangan, dan nada suara semuanya mewarnai pesan yang ingin Anda sampaikan. Sikap yang santai dan terbuka (lengan terbuka, kaki santai), dan nada ramah akan membuat Anda terlihat didekati dan akan mendorong orang lain untuk berbicara secara terbuka dengan Anda.

Kontak mata juga penting; Anda ingin melihat orang di mata untuk menunjukkan bahwa Anda fokus pada orang tersebut dan percakapan (namun, pastikan untuk tidak menatap orang itu, yang dapat membuatnya tidak nyaman).

Juga, perhatikan sinyal nonverbal orang lain saat Anda berbicara. Seringkali, sinyal nonverbal menyampaikan bagaimana perasaan seseorang. Misalnya, jika orang tersebut tidak menatap mata Anda, ia mungkin merasa tidak nyaman atau menyembunyikan kebenaran.

3. Kejelasan dan Konsentrasi

Komunikasi verbal yang baik berarti mengatakan cukup jangan terlalu banyak bicara atau terlalu sedikit. Cobalah sampaikan pesan Anda sesedikit mungkin kata. Katakan apa yang Anda inginkan dengan jelas dan langsung, apakah Anda berbicara dengan seseorang secara langsung, di telepon, atau melalui email. Jika Anda mengoceh, pendengar Anda akan mengabaikan Anda atau tidak yakin dengan apa yang Anda inginkan.
Pikirkan tentang apa yang ingin Anda katakan sebelum mengatakannya; ini akan membantu Anda untuk menghindari berbicara berlebihan dan / atau membingungkan audiens Anda.

4. Keramahan

Melalui nada bersahabat, pertanyaan pribadi, atau sekadar senyuman, Anda akan mendorong rekan kerja Anda untuk terlibat dalam komunikasi yang terbuka dan jujur dengan Anda. Sangat penting untuk bersikap baik dan sopan dalam semua komunikasi di tempat kerja Anda. Ini penting dalam komunikasi tatap muka dan tertulis. Ketika Anda bisa, personalisasi email Anda kepada rekan kerja dan / atau karyawan - "Saya harap Anda semua memiliki akhir pekan yang menyenangkan" di awal email dapat mempersonalisasi pesan dan membuat penerima merasa lebih dihargai.

5. Keyakinan

Penting untuk percaya diri dalam interaksi Anda dengan orang lain. Keyakinan menunjukkan kepada rekan kerja Anda bahwa Anda percaya pada apa yang Anda katakan dan akan tindak lanjuti. Memancarkan kepercayaan bisa sesederhana membuat kontak mata atau menggunakan nada yang tegas tapi ramah. Hindari membuat pernyataan yang terdengar seperti pertanyaan. Tentu saja, berhati-hatilah agar tidak terdengar sombong atau agresif. Pastikan Anda selalu mendengarkan dan berempati dengan orang lain.

6. Empati

Menggunakan frasa sesederhana "Saya mengerti dari mana Anda berasal" menunjukkan bahwa Anda telah mendengarkan lawan bicara Anda dan menghargai pendapat mereka.

Bahkan ketika Anda tidak setuju dengan majikan, rekan kerja, atau karyawan, penting bagi Anda untuk memahami dan menghormati sudut pandang mereka.

7. Membuka Pikiran

Seorang komunikator yang baik harus memasuki setiap percakapan dengan pikiran terbuka dan fleksibel. Bersikaplah terbuka untuk mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain, daripada sekadar menyampaikan pesan Anda. Dengan bersedia untuk berdialog, bahkan dengan orang-orang yang tidak Anda setujui, Anda akan dapat melakukan percakapan yang lebih jujur dan produktif.

8. Hormat

Orang akan lebih terbuka untuk berkomunikasi dengan Anda jika Anda menghargai mereka dan ide-idenya. Tindakan sederhana seperti menggunakan nama seseorang, melakukan kontak mata, dan mendengarkan secara aktif ketika seseorang berbicara akan membuat orang tersebut merasa dihargai. Di telepon, hindari gangguan dan tetap fokus pada percakapan.

Baca Juga : Jenis-Jenis Komunikasi Bisnis Yang Perlu Anda Ketahui

Sampaikan rasa hormat melalui email dengan meluangkan waktu untuk mengedit pesan Anda. Jika Anda mengirim surel yang ditulis secara acak dan membingungkan, penerima akan menganggap Anda tidak cukup menghormatinya untuk memikirkan komunikasi Anda dengannya.

9. Umpan Balik

Mampu memberi dan menerima umpan balik dengan tepat adalah keterampilan komunikasi yang penting. Manajer dan penyelia harus terus mencari cara untuk memberi karyawan umpan balik yang membangun, baik melalui email, panggilan telepon, atau pembaruan status mingguan. Memberikan umpan balik melibatkan pemberian pujian juga - sesuatu yang sederhana seperti mengatakan "pekerjaan yang baik" atau "terima kasih karena telah mengurus itu" kepada karyawan dapat sangat meningkatkan motivasi.

Demikian pula, Anda harus dapat menerima dan bahkan mendorong, umpan balik dari orang lain. Dengarkan umpan balik yang Anda berikan, ajukan pertanyaan klarifikasi jika Anda tidak yakin dengan masalah ini, dan lakukan upaya untuk menerapkan umpan balik tersebut.

10. Memilih Media yang Tepat

Keterampilan komunikasi yang penting adalah hanya mengetahui bentuk komunikasi apa yang digunakan. Misalnya, beberapa percakapan serius (PHK, pengunduran diri, perubahan gaji, dll.) Hampir selalu dilakukan sendiri.

Anda juga harus memikirkan orang yang ingin Anda ajak bicara, jika mereka orang yang sangat sibuk (seperti bos Anda, mungkin), Anda mungkin ingin menyampaikan pesan Anda melalui email. Orang-orang akan menghargai sarana komunikasi Anda yang bija

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar