Pengertian Islam : Kajian Singkat Tentang Islam

Pengertian Islam : Kajian Singkat Tentang Islam

Infodasar.com-Agama Islam merupakan salah satu agama samawi yang terakhir bagi umat manusia. Namun secara spesifik agama islam merupakan nama agama yang memiliki keyakinan kepada Allah dan Nabi Muhammad saw sebagai Nabinya dan Alquran sebagai kitab sucinya. Lalu, Apakah makna Islam sebagai suatu istilah selain sebagai identitas Agama.
Pengertian Islam

Pengertian Islam

Islam adalah kata dengan banyak konotasi. Kata Islam berasal dari bahasa Arab yang membawa arti perdamaian dan ketundukan (kepada Allah SWT dan Mahakuasa). Semua agama Ibrahim diturunkan untuk mendisiplinkan umat manusia dan mempersiapkan mereka secara spiritual, fisik, dan intelektual dengan cara yang terbaik untuk pemenuhan misi yang mereka ciptakan. Pesan Allah dimaksudkan untuk membangun manusia yang layak untuk membangun peradaban dan menciptakan kemakmuran di dunia. Untuk tujuan ini, Allah memerintahkan kita untuk melakukan apa yang bermanfaat bagi kita dan melarang semua yang membahayakan kita.

Baca Juga : Konsep Cinta dalam Islam yang Perlu Kita Pahami

Agama-agama Ibrahim diturunkan untuk membebaskan pikiran manusia dan menjadikannya tercerahkan dan matang melalui cahaya ilahi. Agama tidak dimaksudkan sebagai kontras dengan akal dan kebenaran. Sebaliknya, ini dimaksudkan untuk menjadi selaras dengan akal dan membantu mengembangkan dan menerangi itu. Jika bangsa-bangsa di dunia benar-benar berharap untuk mencapai perdamaian dunia, satu-satunya cara yang tersisa bagi mereka adalah merangkul Pesan Allah yang didasarkan pada membangun perdamaian antara manusia dan Allah, dan manusia dengan manusia.

Alquran yang Agung menggambarkan Nabi kita Muhammad SAW yaitu: "Kami tidak mengutus kamu, tetapi sebagai rahmat bagi dunia." (Surat Al Anbiya ’: 107)
Allah swt mengatakan dalam Alquran yang Mulia: "Allah mengundang ke tempat kedamaian ..." (Surat Yunus: 25.

Islam menetapkan salam perdamaian bagi penganutnya sebagai doa perdamaian dan belas kasihan untuk dipertukarkan setiap kali mereka bertemu.

Bahkan, Islam tidak diturunkan untuk membatalkan Pesan Allah sebelumnya, tetapi untuk memperbaharui dan menyempurnakannya. Karena itu, Nabi Muhammad saw bersabda: “Perumpamaan saya dibandingkan dengan para nabi lain sebelum saya adalah seorang lelaki yang telah membangun sebuah rumah dengan indah dan indah, kecuali tempat satu bata di sudut. Orang-orang mengelilinginya dan bertanya-tanya pada keindahannya, tetapi berkata: "Apakah batu bata ini diletakkan di tempatnya?" Jadi saya adalah yang terakhir (final) dari para nabi. "(Dilaporkan oleh Al-Bukhari (3342) dan Muslim 22- (2286) atas otoritas Abu Hurairah (ra dengan dia).

Allah swt mengatakan dalam Alquran: "Katakanlah: Kami percaya kepada Allah dan apa yang telah diwahyukan kepada kami, dan apa yang diwahyukan kepada Ibrahim dan Ismail dan Ishak dan Ishak dan Yakub. dan suku-suku, dan (dalam) apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, dan (dalam) apa yang diberikan kepada para nabi dari Tuhan mereka, kita tidak membuat perbedaan di antara mereka, dan kepada-Nya kita tunduk. ”(Surat Al-Baqarah: 136).

Baca Juga : Psikologi Islam : Pengertian dan Sejarahnya

Dalam hal ini, Nabi Muhammad saw juga mengatakan: "Saya memiliki klaim terbaik untuk‘ Isa, putra Mariam, di antara seluruh umat manusia dalam kehidupan duniawi dan kehidupan selanjutnya. Para nabi adalah saudara seiman, memiliki ibu yang berbeda. Agama mereka satu tetapi ibu mereka berbeda. ”(HR. Bukhari dan Muslim tentang otoritas Abu Hurayrah (Sahih Bukhari (3259) dan Sahih Muslim 143- (2365))).

Dengan demikian, Nabi Isa a.s tidak dikirim untuk menghapuskan pesan Nabi Musa a.s. Demikian juga Nabi Muhammad saw dikutus oleh Allah tidak untuk menghapus ajaran Nabi Isa a.s. Sebaliknya, setiap Nabi dikirim untuk mengkonfirmasi Pesan dari pendahulunya dan membuka jalan bagi penggantinya. Alquran yang Mulia adalah sumber yang mengumpulkan esensi dan kebijaksanaan dari semua Pesan Ilahi sebelumnya.

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar