Skip to main content

Cara Membaca Alquran Yang Benar Sesuai Tajwid

Halo sobat infodasar, kali ini kita akan membahas tentang cara membaca alquran yang benar sesuai tajwid. Pada dasarnya belajar membaca Alquran bukanlah suatu hal yang sulit asalkan dilakukan dengan sungguh-sunguh dan niat yang ikhlas. Memang tidak bisa dipungkiri bagi sebagian orang, belajar membaca alquran begitu susah apalagi bagi orang dewasa yang sangat sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga tidak memiliki waktu luang untuk membaca Alquran. 

Baca Juga : 4 Tips Membaca Al Qur'an Saat Sibuk

Akan tetapi, bagi  seorang muslim membaca Alquran merupakan hal yang wajib dilakukan karena saat mereka salat harus membaca alquran di dalamnya. Oleh karena itu, membaca alquran yang benar sesui tajwid harus bisa mereka lakukan.
Cara Membaca Alquran
Sobat Infodasar, Karena begitu pentingnya membaca alquran bagi seorang muslim, maka pada artikel kali ini akan dijelaskan cara membaca Alquran yang benar sesuai tajwid.

Cara Membaca Alquran dengan Benar

Membaca Alquran yang benar merupakan suatu keharusan agar bacaan kita terdengar indah. Dan yang terpenting adalah arti dari ayat alquran tidak melenceng dari yang sebenarnya. Membaca alquran tidak berbeda jauh saat kita berbicara, pengucapan yang salah akan membentuk kalimat yang keliru, sehingga makna yang ingin disampaikan juga akan berbeda. 

Seperti diketahui bersama sobat Infodasar, Bahwa Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang didalamnya memuat ajaran, perintah, dan larangan baik tentang cara beribadah maupun terkait aspek social kemayarakatan. Karena itu membacanya juga harus jelas dan  tidak boleh sembarangan. Berikut ini dijelaskan bagaimana cara membaca alquran dengan benar.

Mengetahui dasar membaca Alquran 

Dasar membaca alquran yaitu mengenal dengan baik huruf hijaiyah. Terdapat 28 Huruf hijaiyah apabila dilihat dari huruf aslinya. Huruf Hijaiah apabila dirangkai akan membentuk kata perkata dan rangkaian kata tersebut merupakana ayat-ayat Alquran. 

Mengetahui tanda baca alquran 

Setelah sobat Infodasar sudah mengetahui Huruf Hijaiah sebagai dasar membaca alquran, sobat perlu mengetahu tanda baca alquran. Tanda baca tersebut akan menghasilkan penekanan bunyi vokal. Sebagai contohnya tanda sukun, mad atau panjang pendek, tanda tasydid dan seterusnya.

Mengenal teknik membaca Alquran 

Membaca Alquran yang benar sebaiknya diimbangi dengan teknik bacaan yang juga tepat. Terdapat beberapa teknik yang mesti diketahui saat membaca alquran seperti cara membaca idgham, idzar, ikhfa dan qalqalah. Kejelasan bacaan, dengungnya bacaan serta bacaan yang terdengar samar-samar akan ditentukan apabila sobat Infodasar bisa menguasai teknik bacaan tersebut

Mengetahui makhraj atau cara pelafalan

Makhraj adalah pelafalan huruf hijaiah. Untuk materi makhraj memang terapabilang sangat sulit apalagi dengan perbedaan dialek antara orang Indonesia dan arab. Namun dengan kesabaran serta latihan yang rutin sobat akan bisa membaca alquran dengan makhraj yang benar. 

Membaca dengan bentuk mulut yang sempurna 

Membaca Alquran harus dengan mulut yang terbuka berdasarkan pelafalan hurufnya. Kadang-kadang ada orang yang membaca alquran terdengar seperti orang yang bergumam. Hal ini disebabkan karena mulutnya tidak terbentuk dengan sempurna. Oleh karena itu, bagi sobat yang belajar membaca alquran jangan ragu untuk membentuk mulut bahkan sampai monyong sekalipun agar suara yang dihasilkan terdengar jelas.  

Membaca dengan tartil 

Tartil artinya bacaan Alquran haruslah jelas pada setiap hurufnya. Hal tersebut bisa diketahui saat diucapkan atau didengar orang lain. Sementara itu, ritme membacanya juga harus stabil, tidak boleh terlalu cepat atau lambat. Cara membaca Alquran yang benar yaitu dengan kecepatan sedang mengikuti panjang dan pendeknya huruf tersebut.                        

Membaca Alquran Sesuai Tajwid

Tajwid adalah tata cara membaca alquran berdasarkan kaidah-kaidah membaca alquran yang baik dan benar. Dengan tajwid, seseorang bisa membaca dan memperdengarkan alquran dengan indah dan sejuk untuk didengar.

Pengertian Tajwid

Secara harfiah, Tajwīd bermakna melakukan sesuatu dengan baik dan indah atau bagus dan membaguskan. Dalam bahasa arab, tajwid berasal dari bahasa Arab yaitu kata  جوّد-يجوّد-تجويدا. 
Dalam ilmu qiro’ah,  tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya.
Pengertian lain untuk ilmu tajwid yaitu menyampaikan dengan sebaik-baiknya secara sempurna dari setiap bacaan ayat Alquran. 
Hukum mempelajari tajwid menurut para ulama adalah fardhu kifayah akan tetapi menerapkan tajwid saat membaca Alquran adalah fardhu ain atau wajib kepada setiap laki-laki dan perempuan dewasa.

Macam macam hukum tajwid

Terdapat beberapa hukum tajwid yang perlu sobat Infodasar ketahui dan aplikasikan ketika membaca alquran. Berikut beberapa hukum tajwid yang dimaksud.

1. Hukum Nun Mati atau Tanwin 
Apabila nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah, terdapat 5  hukum bacaannya, yaitu:

a. zhar (إظهار) 
Izhar artinya jelas atau terang yaitu apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)bertemu dengan salah satu huruf halqi (ا ح خ ع غ ه ), maka dibacanya jelas atau terang.

b. Idgham (إدغام) 
Terdapat dua macam Idgham, yaitu Idgham Bighunnah dan Idgham Apabilaghunnah.
Idgham Bighunnah yaitu meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) ke dalam huruf sesudahnya dengan disertai dengung yaitu apabila bertemu dengan salah satu huruf yang empat, yaitu: ن م و ي
Idgham Apabilaghunnah yaitu meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) ke dalam huruf sesudahnya tanpa disertai dengung yaitu apabila bertemu dengan huruf lam atau ra (ر، ل)

c. qlab (إقلاب) 
Iqlab artinya menukar atau mengganti. Apabila ada nun mati atau tanwin(ـًـٍـٌ / نْ) bertemu dengan huruf ba (ب), maka cara membacanya dengan merubah bunyi نْ menjadi suara mim (مْ), yaitu merapatkan dua bibir dengan mendengung.

d. Ikhfa (إخفاء) 
Ikhfa artinya tidak jelas. Terdapat 15 huruf ikhfa yaitu:  ta'(ت), tha’ (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), fa’ (م), qof (م), dan kaf (ك)

2. Hukum Bacaan Ra 
Terdapat tiga Hukum bacaan Ra yaitu:

a. Tafkhim artinya dibaca tebal yaitu apabila kondisinya sbb:
1. Ra berharkat fathah اَلرَّسُوْلَ
2. Ra berharkat dhummah رُحَمَاءِ
3. Sebelumnya harkat fathah atau Dhommah يَنْصُرُ- َاْلاَبْتَرُ Ra diwakafkan
4.  Terdapat huruf berbaris fathah atau dhummah تُرْجَعُوْنَ- يَرْحَمٌ Ra sukun sebelumnya
5. Ra sukun karena wakaf sebelumnya terdapat alif atau wau yang mati اَلْغَفُوْرُ-اَلْجَبَّارُ
6. Terdapat Hamzah Washal sebelum Ra اُرْكُضْ- اِرْحَمْنَا
Hamzah Washal yaitu Hamzah yang apabila terletak diawal dibaca, tetapi apabila ada yang mendahuluinya tidak dibaca.

Baca Juga :Cara Mudah Belajar Baca Alquran dengan Metode Ummi

b. Dibaca tarqiq atau tipis apabila keadaannya sebagai berikut:
1.Ra berharkat kasrah رِحْلَةَ الشّتَاءِ _ تَجْرِيْ
2. Sebelumnya huruf berbaris kasrah serta sesudahnya bukan huruf Ist’la Ra sukun’ فِرْعَوْنَ – مِرْيَةٌ
3. Sebelumnya huruf yan berbaris kasrah serta setelahnyanya huruf Ist’la’ dalam kata yang terpisah Ra sukun. فَصْبِرْصَبْرًا
4. Ra mati disebabkan tanda berhenti atau wakof, sebelumnya huruf berbaris kasrah atau ya sukun. جَمِيْعٌ مُنْتَصِرٌ – يَوْمَئِذِ لَخَبِيْرٌ
5. Ra sukun disebabkan wakaf karena sebelumnya bukan huruf huruf Isti’la’dan sebelumnya diawali huruf yang berbaris kasrah. ذِيْ الذِّكْر
huruf Isti’lak yaitu melafalkan huruf dengan mengangkat pangkal lidah kelangit-langit yang mengakibatkan hurfnya besar ق ص ض ظ ط غ خ

c. Dibaca tafkhim atau tarqiq. Ra dibaca tarkik dan tafkhim apabila kondisinya:
1. Ra sukun sebelumnya berharkat kasrah dan sesudahnya huruf Isti’la’ berharkat kasrah atau Kasratain. مِنْ عِرْضِهِ – بِحِرْص
2. Ra sukun karena wakaf, sebelumnya huruf Isti’la’ yang berbaris mati, yang diawali dengan huruf yang berharkat kasrah. الْقِطْرِ – مِصْرِ

3. Hukum Mim Sukun
Mim sukun (مْ) apabila bertemu dengan huruf hijaiyyah, hukum membanya ada tiga, yaitu:

a. Ikhfa Syafawi (إخفاء سفوى)
Apabila mim sukun (مْ) bertemu huruf  ba (ب), maka cara membacanya yaitu dibunyikan samar-samar di bibir dengan berdengung.

b. Idgham Mimi ( إدغام ميمى)
Apabila mim sukun (مْ) bertemu huruf mim (مْ), cara membacanya layaknya menyuarakan mim ganada atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung.Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.

c. Izhar Syafawi (إظهار سفوى)
Apabila mim sukun (مْ) bertemu  salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), cara membacanya jelas di bibir dengan mulut tertutup

4. Hukum Qalqalah
Menurut bahasa qalqalah artinya gerak, sedangkan menurut istilah qalqalah adalah bunyi huruf yang memantul apabila ia mati atau dimatikan, atau suara membalik dengan bunyi rangkap.
Terdapat lima huruf qalqalah, yaitu : ق , ط , ب , ج , د agar mudah dihafal dirangkai menjadi قُطْبُ جَدٍ
Qalqalah sendiri memiliki dua macam yaitu Qalqalah kubra yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris hidup, dimatikan karena waqaf. Qalqalah ini merupakanyang paling utama, membacanya dengan cara dikeraskan pantulannya. 
Contohnya :
مَا خَلَقَ . أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ . زَوْجٍ بَهِيْجٍ
Selanjutnya adalah Qalqalah Sugra yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris mati, tetapi tidak waqaf. Cara membacanya yaitu pantulannya kurang dikeraskan.Contohnya : َقْطَعُوْنَ إِلاَّ إِبْلِيْسَ وَمَا أَدْرَاكَ
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar