Skip to main content

Perbedaan Metode Ummi dan Qiroati dalam Pembelajaran Alquran

Pada dasarnya terdapat banyak metode pembelajaran Alquran yang dapat diterapkan untuk belajar membaca Alquran. Pada artikel ini hanya berpokus membahas tentang cara mengaji metode ummi dan metode qiroati. Langsung saja kita simak perbedaan antara metode ummi dan qiroati dalam pembelajaran Alquran.
Perbedaan Metode Ummi dan Qiroati

A. Metode Ummi

Metode Ummi merupakan cara belajar Alquran yang mudah yaitu menyajikan metodologi pembelajaran yang mudah dipahami. Selanjutnya, metode ummi memiliki prinsip menyenangkan yaitu penyampaian materi tidak terlepas dari kondisi menyenangkan. Dan yang terakhir adalah prinsip menyentuh hati yang berarti bahwa dalam mengajarkan Alquran dibutuhkan sentuhan hati yang didasari keikhlasan dan mengharapkan ridho Allah SWT. 

1. Pendekatan pembelajaran  Metode Ummi

Dalam praktek pembelajaran Alquran metode ummi, terdapat tiga pendekatan yang dikaitkan dengan karakter ummi itu sendiri. Apa saja karakter ummi atau ibu yang menjadi pendekatan pembelajaran mAlquran metode ummi? Berikut penjelasannya.

1. Metode langsung atau Direct Methode
Metode langsung pada pembelajaran alquran metode ummi berarti bahwa siswa langsung membaca dan menguraikan dan tidak membutuhkan banyak penjelasan. Hal ini akan mempercepat keterampilan siswa dalam membaca Alquran.

2. Dilakukan secara berulang atau Repeatation 
Belajar membaca Alquran akan semakin mudah  jika dilakukan secara berulang-ulang. Hal ini berkaitan dengan alam bawah sadar manusia yang cenderung mengingat sesuatu yang sering mereka rasakan, dengarkan dan dilihat. Metode ummi menyajikan pendekatan tersebut layaknya seorang ibu kepada siswanya yang senantiasa memberikan nasehat tanpa bosan dan berulangg-ulang. 

3. Dilakukan dengan Penuh Kasih Sayang 
Pendekatan terakhir yang diterapkan dalam metode ummi adalah pendekatan kasih sayang. Kasih sayang seorang ibu kepada siswanya akan merubah kondisi apapun yang dialami sang siswa. Demikian halnya seorang guru dalam mengajarkan alquran perlu kasih sayang untuk untuk memudahkan siswa dekat dengan alquran.

2. Tahapan pembelajaran Alquran Metode Ummi

Setiap guru Alquran yang akaan mengajarkan Alquran dengan menggunakan metode ummi harus mengikuti tahapan pembelajaran alquran yang telah ditetapkan oleh metode ummi itu sendiri. Hal ini tidak terlepas dari harapan agar siswa mencapai target pembelajaran Alquran. Berikut merupakan tahapan pembelajaran Alquran metode ummi yang dimaksud.

1. Pembukaan
Pada tahapan pembukaan, guru harus mengkodisikan siswa agar mereka siap menerima materi pembelajaran. Pada tahap ini, guru mengatur ketertiban dan kerapian psosisi siswa dilanjutkan dengan pembacaan doa belajar yang dilakukan secara bersama-sama.

2. Apersepsi
Apresepsi pada metode ummi yaitu guru mengulang materi yang telah diajarkan dan selanjutnya mengaitkan dengan materi yang akan diajarkan pada hari itu.

3. Penanaman Konsep
Pada tahap ini, materi pokok yang akan diajarkan pada hari itu dijelaskan terlebih dahulu melalui lat peraga ummi. Kalimat penanaman konsep pada metode ummi dilakukan secara seragam karena sudah ditetapkan oleh ummi pusat secara baku. 

4. Pemahaman Konsep
Berbeda dengan penanaman konsep, pada tahap ini siswa diberikan pemahaman terkait materi yang diajarkan saat itu melalui pengulangan pokok bahasan

5. Latihan
Pada tahap latihan guru memperlancarn bacaan siswa melalui latihan secara berulang dengan teknik membaca simak murni yaitu seorang siswa membaca sedangkan yang lainnya menyimak dan membenarkan bacaan yang salah

6. Evaluasi
Pada tahap evaluasi, guru ummi melakukan penilaian terkait keterampilan membaca siswa. Guru menulis nilai siswa pada buku prestasi siswa dengan membubuhkan nilai kualitatif yaitu huruf A, B, C, dan D. Nilai A jika tidak terdapat kesalahan, nilai B jika siswa membaca satu salah, nilai C jika terdapat 3 kesalahan bacaan siswa dan nilai D jika siswa membaca salah lebih dari tiga kali.

7. Penutup
Tahap terakhir dari pembelajaran alquran metode ummi yaitu penutup. Guru kembali mengkodisikan ketertiban dan kerapian siswa untuk selanjutnya membaca doa penutup yang dilakukan secara bersama-sama.

B. Metode Qiroati

Metode membaca Alquran Qiroati diperkenalkan oleh KH. Dahlan Salim Zarkasy yang berasal dari Jawa Tengah tepatnya Semarang. Pada awal tahun 1970-an metode qiroati disebarkan dan siswa-siswa mulai 
Selanjutnya KH. Dahlan mencetak enam jilid buku pembelajaran Alquran untuk TK dan  Alquran bagi siswa yang berusia 4 sampai 6 tahun pada 1986. Setelah semuanya rampung disusun KH. Dahlan berwasiat agar semua orang dapat diajarkan Alquran metode qiroati dan jangan sembarang orang mengajarkannya.

Prinsip Dasar pembelajaran Alquran Metode Qiroati

Seperti penjelasan yang lain bahwa metode Qiroati tidak terlepas dari metode sintesis tau tharikah tharkibiyah terkhusus yang berhubungan erat dengan sistem fenomena. Dalam pembelajarannya, Metode Qiroati diawali dengan pengenalan huruf kepada siswa, baru kemudian merangkai kata menjadi kalimat supaya dapat dengan lancar membaca Alquran. Berikut dijelaskan prinsip dasar pembelajaran Alquran metode Qiroati.

1. Praktis dan Sederhana
Hal ini berarti lansung dibaca tanpa dieja ataupun diuraikan. Jika dilihat secara kuantitatif jumlah kata yang dipakai jika dibaca langsung akan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah suku kata yang dipakai jika dieja atau diuraikan.
Selanjutnya, kalimat yang dipakai harus sederhana, menampilkan realitas tulisan teks yang akan dibaca dengan kata lain menghindari kalimat yang sifatnya teoritik. 

2. Bertahap Sedikit Demi Sedikit
pembelajaran Alquran metode Qiroati dilakukan secara santai dan tidak terburu-buru kemudian melanjutkan pada tahap selanjutnya. Siswa diizinkan menambah materi pembelajaran berikutnya jika mereka sudah dapat membaca dengan lancar berdasarkan tajwid
Pemberian materi pembelajaran Qiroati berdasarkan kemampuan siswa, jika siswa hanya mampu satu halaman setiap hari atau kurang dari itu, maka tidak bisa dipaksakan, demikian halnya untuk siswa yang mampu membaca beberapa halaman setiap harinya, sebaiknya guru memberikan motivasi  dan bimbingan untuk mengembangkan kemampuannya. 

3. Bimbingan dan arahan
Seorang siswa cukup mengulangi beberapa kali dan jangan menuntut mereka membaca pada bagian latihan berikutnya, sehingga siswa mampu membaca sendiri setiap materi yang telah diajarkan. Metode qiroati membuat siswa benar-benar mengerti dengan pelajaran yang bukan untuk dihafal. Siswa memiliki motivasi tersendiri dan mempunyai kemauan serta aspirasi sendiri. 

4. Memberikan stimulus
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa mengajarkan membaca Alquran dengan metode Qiroati tidak bisa dipaksakan kepada siswa, karena hal tersebut dapat mematikan kreativitas dan daya nalar siswa. Dengan memberikan stimulus siswa akan mampu mengembangkan kemampuannya sendiri sehingga lebih tahan dan kuat.

5. Perhatikan kesalahan bacaan
Kesalahan pada membaca Alquran metode Qiroati tidak bisa dianggap remeh. Kesalahan seperti lupa merupakan kesalahan yang mesti diingatkan saat itu dan dibiarkan berlanjut, sehingga dapat menyebabkan kebiasaan selalu salah ketika membaca. Agar kebiasaan seperti ini tidak berkelanjut, maka guru perlu mengantisipasi dengan menegur langsung dan jangan menunggu waktu akhir ayat maupun akhir bacaan.

Demikianlah penjelasan tentang perbedaan metode ummi dan qiroati dalam pembelajaran Alquran.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar