Skip to main content

Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah

Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang orientasinya tidak hanya pada aspek kognitif dan keterampilan saja. Pendidikan karakter berkaitan dengan pengembangan potensi fitrah manusia yaitu perilaku positif yang ditampilkan melalui pergaulan sosial kemasyarakatan. Dalam ranah agama, karakter biasa disebut akhlak yaitu suatu perilaku baik yang ditunjukkan oleh setiap orang dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Pendidikan Karakter

Pengertian Pendidikan Karakter

Karakter merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin yaitu Kharassein atau Kharax yang berari membuat tajam. Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, Karakter mengandung arti watak, tabiat, sifat kejiawaan, budi pekerti, dan akhlak yang merupakan identitas seseorang yang membedakannya dengan orang lain.
Pada tulisan ini, yang dimaksud pendidikan karakter yaitu melatih sifat-sifat baik anak melalui proses pembiasaan dengan melibatkan ranah emosi dan spiritual dengan tujuan dan bertanggungjawab dan memiliki sikap respek dengan orang-orang di sekitarnya.
Sementara itu, pengertian pendidikan karakter berdasarkan pandangan para ahli akan di sebutkan beberapa diantaranya.
Ahmad Sudrajad mengatakan bahwa pendidikan karakter merupakan sistem penanaman nilai-nilai yang mencakup pengetahuan, kesadaran dan dalam tindakan terhadap Tuhan yang Maha Esa, Sesama, diri sendiri dan lingkungannya untuk mencapai derajat Insan Kamil.
Penerapan Pendidikan Karakter

Thomas Lickona mengatakan bahwa, pendidikan karakter merupakan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti yang dapat dilihat pada perilaku keseharian terkait perlaku baik, kejujuran, tanggungjawab dll.
Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan karakter adalah proses pembentukan konsep berpikir dan berperilaku yang merupakan ciri khas dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakt.

Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah

Penerapan pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan dalam berbagai cara. Pendidikan karakter dapat melalui mata pelajaran yaitu dengan mencantumkan karakter apa yang diharapkan melalui materi pembelajaran. Perlu kreativitas dari guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada setiap proses pembelajaran.
Selain itu, penerapan pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan dengan strategi pengintegrasian kehidupan keseharian dan juga pada kegiatan yang sudah diprogramkan.
Pengintegrasian dalam kehidupan keseharian dapat dilakukan dengan cara:

a. Keteladanan
Keteladan merupakan cara yang sangat baik untuk menerpkan pembentukan karakter di sekolah. Seluruh civitas akademik harus berkomitmen untuk memberikan contoh kepada seluruh siswa mulai dari kepala sekolah sebagai pimpinan, guru, dan pagawai termasuk security dan cleaning service.

b. Kegiatan repleks
Kegiatan ini dilakukan ketika guru atau pegawai sekolah sudah mengetahui sikap siswa yang tidak baik. Misalnya siswa biasanya meminta sesuatu dengan berteriak atau mecoret-coret bangku, menjahili temannya dan lain sebagainya.

c. Teguran
Setiap guru dan pegawai sekolah perlu mengingatkan siswa melalui teguran yang baik dengan cara persuasive dan lembut agar siswa tetap berada pada nilai-nilai karakter yang diharpkan.

d. Pengkondisian lingkungan
Tidak dapt dipungkiri bahwa sarana merupakan salah satu wadah untuk menerapkan karakter siswa di sekolah. Kondisi dan suasana sekolah perlu dikondisikan dengan karakter yang ingin dicapaia. Seperti tempat sampah yang tersefia, jam dinding, slogan karakter yang tertempel disetiap koridor sekolah dan lain sebagainya.

e. Kegiatan rutin
Kegiatan rutin siswa adalah kegiatan yang mereka lakukan secara konsisten dan berlanjut setiap hari. Misalnya berbaris masuk kelas, berdoa sebelum memulai dan mengakhiri kegiatan pembelajaran, senyum, salam, salim ketika bertemu dengan guru dan temannya, membersihkan kelas sebelum pulang dan lain sebagainya. 
Sementara itu, Pengintegrasian dalam kegiatan yang diprogramkan dilakukan setelah guru membuat perencanaan tentang nilai-nilai yang akan diintegrasikan dalam kegiatan tertentu. Hal tersebut dilaksanakan apabila guru menganggap penting untuk memberikan pemahaman terkait prinsip-prinsip moral yang diperlukan. Seperti, guru ingin menanamkan rasa kebersamaan dan gotong royong, maka hal tersebut bisa diintegrasikan dengan mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.
Pendidikan Karakter di Sekolah

Pendidikan Karakter di Sekolah

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa karakter merupakan ciri khas setiap orang yang diperlihatkan melalui cara bersikap, berperilaku, dan bertindak baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Seorang anak yang memiliki karakter baik akan tumbuh menjadi orang dewasa yang mampu membuat keputusan secara baik dan tepat serta mampu mempertanggungawabkannya. Jadi sekolah sebagai institusi pendidikan seharusnya berperan penting dalam menanamkan karakter baik pada setiap anak. Paling tidak terdapat lima karakter yang perlu ditanamkan pada diri anak di lingkungan sekolah.

1. Karakter religius 
Penanaman karakter religius merupakan langkah pertama untuk menumbuhkan sikap dan perilaku keberagamaan pada anak. Waktu terbaik menanamkan nilai-nilai agama ketika anak masih tahap perkembangan di sekolah. Pada usia sekolah seorang anak masih cenderung untuk meniru sehingga tauladan dari lingkungan mereka merupakan kunci suksesnya pembentukan karakter ini. Selain sebagai motivator seorang guru juga sebagai contoh dalam melaksanakan aktivitas yang bersifat religious di depan siswanya. 

2. Cinta kebersihan dan lingkungan
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan salah satu karakter yang harus ditanamkan kepada pribadi anak di sekolah. Penanaman karakter ini bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti lomba kebersihan kelas, kebersihan dan kerapihan diri dan juga motivasi dari guru seperti menceritakan sebuah kisah tentang pentingnya hidup bersih.

3. Sikap jujur 
Kejujuran merupakan karakter yang tidak dapat dipisahkan dalam segala aspek kehidupan manusia sehingga karakter jujur sedini mungkin harus ditanamkan dalam diri setiap anak. Anak yang memiliki karakter jujur akan memiliki mental yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman yang sudah memasuki Four Point Zero atau biasa disebut 4.0.
Penanaman karakter jujur di sekolah dapat dilakukan dengan berbagai program seperti kantin jujur, kerja tugas mandiri dan jujur dan lain sebagainya.

4. Sikap peduli
Memiliki sifat peduli terhadap sesama merupakan modal awal bagi anak untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis dengan lingkungannya. Kepedulian akan menumbuhkan rasa saling kasih sayang antara manusia satu dengan yang lainnya.
Pembentukan karakter empati atau kepedulian di sekolah dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana seperti saling berbagi, menjenguk teman yang sakit, saling tukar hadiah dan lain sebagaianya yang bisa merangsang anak untuk memiliki rasa empati dengan orang-orang d sekitarnya.

5. Rasa cinta tanah air  
Sebagai anak bangsa, rasa cinta tanah air tidak dapat disepelekan sebab cinta tanah air akan menubuhkan rasa solidaritas antara anak bangsa. Penanaman cinta tanah air dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti melaksanakan upaca bendera setiap hari senin dan hari kemerdekaan. Selain itu karakter cinta tanah air dapat dibangun dalam diri anak melalui kisah-kisah perjuangan bangsa Indonesia sampai mencapai titik kemerdekaan.
Comment Policy: Please write your comments that match the topic of this page's posts. Comments that contain links will not be displayed until they are approved.
Open Comment
Close Comment