Skip to main content

Kesehatan Mental :Aspek dan Indikatornya

Kesehatan Mental dalam literatur Psikologi, menemukan beberapa pengertian tentang kesehatan mental. Itu dapat dipahami karena makna kesehatan mental dimotivasi oleh konsepsi empiris tertentu yang merupakan bagian dari teori kesehatan mental. Konsep empiris di sini meliputi dasar pemikiran tentang wawasan, landasan, fungsi, tujuan, ruang lingkup, dan metodologi yang digunakan oleh perumus.
Kesehatan Mental.

Aspek Kesehatan Mental

Mushlafa Fahmi seperti dikutip oleh Muhammad Mahmud Mahmud, ‘menemukan dua aspek kesehatan mental yaitu:
1. Aspek Negatif
Kesehatan mental itu adalah penghindaran seseorang dari semua neurosis.
2. Aspek positif
Kesehatan mental itu adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya.
Kesehatan Mental

Sementara itu, Hanna Djumhana Bastaman menjelaskan empat aspek yang berkaitan dengan kesehatan mental yaitu aspek simtomatik, aspek penyesuaian, aspek pengembangan potensi, dan aspek agama.
1. Aspek gejala
Aspek simtomatik adalah aspek yang berhubungan dengan gejala dan keluhan, gangguan atau penyakit nafsaniah. Kesehatan mental berarti menghindari seseorang dari semua gejala, keluhan, dan gangguan mental, baik dalam bentuk neurosis maupun psikosis.
2. Aspek Penyesuaian
Aspek penyesuaian adalah aspek yang terkait dengan keaktifan seseorang dalam memenuhi tuntutan lingkungan tanpa kehilangan harga diri. Atau memenuhi kebutuhan pribadi tanpa mengganggu hak orang lain. Kesehatan mental dari aspek ini terkait dengan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri secara aktif dengan lingkungan sosialnya.
3. Aspek Pengembangan Pribadi
Aspek pengembangan pribadi adalah aspek yang terkait dengan kualitas seseorang yang dapat diidentifikasi seperti kreativitas, sifat proklusivitas, kecerdasan, tanggung jawab, dan sebagainya. Kesehatan mental berarti kemampuan seseorang untuk berfungsi sesuai dengan potensi manusia sepenuhnya, sehingga ia menguntungkan dirinya sendiri dan orang lain.
4. Aspek Agama
Aspek keagamaan adalah aspek yang terkait dengan ajaran agama. Kesehatan mental dalam perspektif agama adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan ajaran agama dengan benar dan benar berdasarkan keyakinan dan kesalehan.
Kesehatan mental yang dimaksud di sini lebih fokus pada kesehatan yang berorientasi agama. Seleksi ini tidak hanya karena konsisten dengan aspek yang dikembangkan dalam psikopatologi dan psikoterapi, juga sesuai dengan konsep Islam yang berkembang. Ibn Rushd misalnya dalam "Fasbl al-Maqal" menyatakan, "kesalehan adalah kesehatan mental." Pernyataan itu menunjukkan bahwa dialektika kesehatan mental telah lama dibangun oleh para psikolog Muslim, yang mau tidak mau harus digunakan sebagai keutuhan wacana psikologi Islam saat ini.

Indikator Kesehatan Mental

Atkinson menentukan kesehatan mental yaitu kondisi dimana seseorang merasa nyaman secara emosional. Pemahaman ini diasumsikan bahwa pada prinsipnya manusia dilahirkan dalam kondisi sehat. Atkinson menyebutkan lebih lanjut enam indikator kesehatan mental seseorang.
1. Persepsi Realitas 
Indikator pertama kesehatan mental seseorang yaitu realistis dalam menilai kemampuan dan dalam menafsirkan dunia sekitarnya. Ia tidak terus-menerus berpikir negatif tentang orang lain dan tidak berlebihan dalam ibadah.
2. Mengenal Diri Sendiri
Seseorang yang dapat mengenal diri sendiri adalah mereka yang memiliki kesadaran akan motif dan perasaannya sendiri, meskipun tidak ada yang benar-benar menyadari perilaku dan perasaannya sendiri. Ini merupakan indikator kesehatan mental yang bisa dilihat pada diri setiap orang.
3. Kemampuan Mengontrol Perilaku Secara Sadar
Indikator kesehatan mental yang penting yaitu ketika seseorang memiliki keyakinan kuat pada kemampuannya sehingga ia dapat mengendalikannya. Ketika seseorang sudah mampu mengontrol perilakunya secara sadar, maka itu menandakan kesehatan mental sudah ada pada dirinya. 
4. Harga Diri dan Penerimaan
Penyesuaian seseorang sangat ditentukan oleh penilaian harga diri dan merasa diterima oleh orang-orang di sekitarnya. Ini merupakan indikator kesehatan mental pada seseorang. Dia merasa nyaman dengan orang lain dan mampu beradaptasi atau bereaksi secara spontan dalam semua situasi sosial.
5. Kemampuan untuk membentuk ikatan cinta
Seseorang yang memiliki kesehatan mental yang baik maka selaku Individu yang normal maka ia dapat membentuk ikatan cinta yang erat dan mampu memuaskan orang lain. Dia sensitif terhadap perasaan orang lain dan tidak menuntut biaya tambahan kepada orang lain. Sebaliknya, kesehatan mental yang rendah ia akan menjadi individu yang abnormal dan melakukan terlalu banyak perlindungan diri sehingga aktivitasnya hanya terpusat pada diri sendiri.
6. Produktivitas
Orang yang memiliki kesehatan mental baik adalah seseorang yang sadar akan kemampuannya dan dapat diarahkan ke kegiatan yang produktif.
Demikian kami tuliskan artikel singkat terkait kesehatan mental yang bisa dijadikan sebagai referensi pemahaman tentang mental yang sehat.
Comment Policy: Please write your comments that match the topic of this page's posts. Comments that contain links will not be displayed until they are approved.
Open Comment
Close Comment